Sedudo
merupakan air terjun yang menjadi ikon dari daerah Nganjuk, Jawa Timur. Air
terjun ini masih sangat alami dan berada di daerah pegunungan gunung Wilis. Di
nganjuk terdapat banyak sekali air terjun yang masih belum di kelola ataupun
sudah dibangun dengan sangat baik. Seperti Air terjun Ngableng dan air terjun Singokromo
yang masih belum terjamah oleh pemerintah sekitar. Namun air terjun yang satu
ini merupakan air terjun tertinggi di daerah Nganjuk, karena itulah tempat ini
lebih diperhatikan.
Karena
air terjun ini cukup tinggi, sekitar 105 meter maka tak heran bahwa air terjun
ini bertempat di daerah pegunungan yang sangat jauh dari jalan besar. Untuk
mencapainya jika ingin menggunakan transportasi umum kita bisa naik angkutan
umum jurusan sawahan dari terminal nganjuk dan turun di terminal sawahan
setelah itu kita bisa naik ojek yang sudah tersedia banyak di sana. Sedangan
jika mau menggukan kendaraan pribadi sebaiknya kalian hati-hati karena banyak
tikungan tajam, dan jalannya tidak cukup lebar dengan tanjakan yang cukup
tinggi. Jika menggukanan mobil, mak kita harus berjalan cukup jauh dibandingkan
dengan pengguna motor karena parkirannya berbeda. Ada parkiran motor di sekitar
tempat air terjun, namun parkiran mobil hanya ada di bawah. Namun sebaiknya
kita parkir saja di bawah, karena tanjakannya semakin tinggi dan jalannya
sangat sempit dan tidak ada pagar yang membatasi jalan, jadi terkesan
berbahaya. Meskipun kita berjalan cukup jauh, tapi itu tidak akan terasa lelah
karena pemandangannya sangat bagus dan alami.
Banyak
sekali event yang diadakan di sedudo namun ini hanya akan diadakan di bulan
suro(bulan jawa). Ini berhubungan dengan kepercayaan yang masih hidup di
masyarakat sekitar. Air terjun ini sudah dikenal sejak zaman kerajaan majapahit.
Dahulu sedudo sering dipakai untuk membersihkan alat-alat pusaka milik
bangsawan kerajaan. Karena mereka percaya bahwa air yang mengalir di sedudo itu
berasal dari dewa, atau daerah kahyangan. Maka mereka menggunkannya untuk
membersihkan senjata agar senjata mereka diberkati atau menjadi suci.
Masyarakat juga percaya karena air yang berasal dari kahyangan maka air ini
bisa membuat awet muda. Kepercayaan ini masih hidup hingga saat ini, masyarakat
sekitar sangat percaya dan bahkan setiap tanggal 1 suro selalu diadakan ritual
di sedudo yang diselenggarakan oleh pemerintah sekitar. Banyak sekali ritual
yang dilakukan, seperti mandi di air terjun sedudo dan diterus kan dengan
ritual lain. Ada juga pertunjukan tari tradisional yang di tarikan oleh para remaja putri
yang biasanya merupakan perwakilan dari siswi SMA di nganjuk.
Tidak
hanya itu, pemandian benda keramat seperti halnya keris, juga dilakukan di
bulan suro. Memang ada eventnya sendiri. Kadang juga sering terlihat ada orang
yang bertapa di sedudo, dengan duduk atau berdiri tepat di bawah air terjun ini
selama beberapa jam bahkan hari. Karena sebegitu terkenal kasiatnya, air terjun
sedudo sendiri sering digunakan menjadi souvenir untuk dibawa pulang. Air yang
bisa membuat awat muda, hal ini juga masih sering dikatakan para wisatawan dan
menarik para wisatawan untuk berkunjung, namun sebenarnya air ini akan membuat
awet muda hanya pada bulan suro, tepatnya malam 1 suro, begitulah mitos yang
beredar.
Wisata
ini adalah satu-satunya wisata di Nganjuk yang sudah memiliki berbagai aspek
mendukung, seperti tempat penginapan dan pasar souvenir. Namun karena aksesnya
yang lumayan sulit membut banyak
wisatawan mengurungkan niatnya. Pemerintah saat ini juga sedang mengusahakan
pembangunan yang lebih di kawasan wisata ini.
Referensi dan sumber gambar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar