Selasa, 01 November 2016

Sisi Lain Sam Poo Kong

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki cukup banyak wisata religi. Bukan hanya makam dan juga masjid ada juga tempat-tempat wisata lainnya, misalnya klenteng. Klenteng adalah tempat ibadah orang yang menganut agama kong hu cu. Klenteng didirikan  diberbagai tempat karena memang berfungsi untuk tempat ibadah. Namun, ada beberapa klenteng yang berfungsi untuk tempat ibadah sekaligus destinasi wisata, seperti Klenteng Sam Poo Kong. Klenteng ini berada di Kota Semarang, Jawa Tengah. Tepatnya berada di Jalan Simongan No.129, Bongsari, Semarang Barang, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Sam Poo Kong menjadi tempat wisata yang terkenal karena budaya dan sejarahnya. Dahulu, tempat ini bukanlah bangunan klenteng untuk pemeluk agama kong hu cu namun tempat ini adalah tempat ibadah pemeluk agama islam karena memang yang membangun adalah orang muslim. Awalnya pada tahun 1416 Laksamana Zheng Ho atau yang lebih dikenal Cheng Ho mendarat di semarang dikarenakan juru mudinya sedang sakit keras. Cheng Ho dan armadanya memutuskan untuk beristirahat di sebuah gua. Dan Cheng Ho pun membangun tempat ibadah. Sementara Juru mudinya, Wang Jing Hong memulihkan diri dari sakitnya, Laksamana Cheng Ho meneruskan misinya untuk berlayar lagi. Dengan begitu, Wang Jing Hong yang masih tinggal dengan beberapa rekannya beradaptasi yang mengajarkan bercocok tanam serta berdagang dengan masyarakat sekitar. Dan hal inilah yang membuat tempat sekitarnya menjadi mulai berkembang. Wang Jing Hong juga membangun patung pimpinannya, Cheng Ho untuk menghormati pemimpinnya tersebut. Hingga sekitar tahun 1704 terjadilah bencana hujan deras serta longsor di gua tersebut. Akhirnya masyarakat sekitar memutuskan untuk membuat gua buatan dan terus dikembangkan dan diperbaiki hingga menjadi Klenteng Sam Poo Kong yang sekarang. Banyak sekali bangunan tambahan yang dibuat serta beberapa patung yang ada di Klenteng ini.




            Destinasi wisata ini buka dari jam 08.00 hingga jam 20.00. Dengan harga tiket masuk Rp.5000,- untuk domestik dan Rp.10.000,- untuk wisata internasional sedangkan anak-anak dikenakan biaya Rp.3.000,-. Dan membayar Rp.20.000,- untuk domestik dan Rp.30.000,- untuk wisata internasional yang ingin masuk ditempat sembahyang. Jalan menuju wisata ini juga mudah namun hanya bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi atau sewaan karena belum ada transportasi umum yang melewati tempat ini. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tempat wisata ini merupakan tempat wisata religi yang juga memiliki sejarah menarik. Dan dibeberapa kesempatan ada berbagai perayaan yang diadakan di klenteng ini. Seperti pada peringan hari lahir Cheng Ho, saat kedatangan Cheng Ho di Semarang, dan lain sebagainya. Karena desainya yang sangat bagus tempat ini juga menarik wisatawan internasional. Juga tempat ini bisa dikatakan seperti di negara Cina karena warnanya yang sangat khas, warna merah.

            Di tempat ini disediakan toilet dan ada tempat untuk beristirahat juga meskipun wisata ini merupakan Klenteng namun ada mushola di dalamnya. Tempatnya tidak terlalu ramai jadi kita dapat menikmati Klenteng ini sampai puas. Hanya saja diperlukan perhatian pada guide, walaupun hanya wisata religi namun tempat ini memiliki cerita sejarah yang menarik maka wisatawan juga harus tahu tentang hal itu, jadi guide yang menjelaskan semuanya tentang Klenteng Sam Poo Kong sangat dibutuhkan.



Sumber Tulisan