Roro
kuning merupakan nama sebuah tempat wisata di kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Yaitu sebuah air terjun yang berada di daerah Bajulan, kecamatan Loceret. Namun
wisata ini lebih sering disebut dengan air merambat roro kuning, karena bentuk
air terjunnya lebih bisa dikatakan merambat dari pada terjun. Air yang mengalir
di roro kuning merupakan sumber asli dari tiga sumber mata air di gunung Wilis.
Untuk
mencapai air merambat roro kuning, dari terminal nganjuk kalian bisa naik bis
jurusan kediri setelah itu turun di perempatan loceret atau halte SMP 1 Loceret
dan dilanjutkan dengan naik ojek atau becak. Sedangkan jika memakai kendaraan
pribadi--motor atau mobil--kalian bisa mengikuti papan arahan yang ada di
sepanjang perjalanan. Karena daerah pegunungan maka kalian harus hati-hati,
banyak sekali tanjakan dan kelokan tajam untuk menuju roro kuning. Roro kuning
ini sering kali dikunjungi para wisatawan dengan kendaraan sepedah, meskipun
terjal dan menanjak namun pemandangan yang bisa dinikmati dengan bersepedah
lebih menyenangkan dan seru. Sayang sekali di daerah sekitar belum ada
penyewaan sepedah untuk para wisatawan. Sepanjang jalan kalian hanya akan
melihat pemandangan alam, seperti sawah, terasiring maupun bukit yang belum
terjamah. Banyak juga batu-batu sisa letusan gunung Wilis yang menempel atau
menghiasi bukit di sepanjang perjalanan.
Roro
kuning memiliki legenda yang cukup berkontrofersi namun saya memilih legenda
ini karena menurut saya legenda ini lebih masuk akal dan memungkinkan pernah
terjadi. Ini berhubungan dengan putri kerajaan Doho, Dewi Kilisuci dan Dewi
Sekartaji. Mereka berdua merupakan anak dari Lembu Amiseno. Suatu saat mereka
mengalami sakit yang tidak bisa di sembuhkan Dewi Kilisuci sakit kuning sedang
Sekartaji Sakit kulit dan gondok. Karena mereka tidak bisa disembuhkan oleh
warga kerajaan maka mereka berdua berkelana hingga lereng Gunung Wilis. Saat
itulah mereka bertemu dengan Resi Darmo yang mengobati mereka dengan
ramuan-ramuan tradisional hingga sembuh. Ketika berada dalam masa penyembuhan
itulah mereka sering mandi di air merambat ini. Karena itulah sang Resi
mengabadikan air terjun ini dengan nama Roro Kuning yang dimaksudkan untuk
mengenang mereka berdua.
Air
merambat ini sebelumnya belum terlalu diperhatikan oleh pemerintah sekitar.
Hingga sekitar tahun 2006-2007 mereka mulai membangun tempat ini menjadi lebih
bagus dan menambah beberapa fasilitas. Seperti kolam renang yang ada di atas
sebelum memasuki air terjun bagian bawah. Karena pegunungan roro kuning memiliki
dua daerah yang bisa dikunjungi. Bagian bawah adalah tempat terakhir bagian
rambatan dari air terjun ini. Ada kawah dibawah air terjun ini dan biasa dibuat
mandi atau sekedar main air oleh wisatawan. Tapi di atas juga ada air merambat
yang lebih bagus dari bagian bawah. Karena tempatnya diatas dan kita harus
sedikit mendaki untuk mencapainya maka bagian ini biasa dipenuhi oleh para
pemuda. Di sekitar roro kuning juga ada tempat penangkaran rusa. Jadi kita bisa
melihat rusa dengan lingkungan yang masih sangat alami. Di awal jalan masuk
menuju roro kuning kita akan disambut oleh patung berwarna emas yang terukir
membentuk seorang putri yang amat cantik dengan selendangnya. Patung ini
disebut dengan penggambaran Roro kuning. Terdapat banyak tempat kemah di sini
jadi kita bisa berkemah di daerah ini dan menikmati pemandangan alam di malam
hari.
Karena
tempatnya di pegunungan maka saat musim hujan, di sana sangat rawan dengan
tanah longsor. Walaupun sebenarnya air yang dikeluarkan lebih bervolume dan
udaranya lebih sejuk dari musim biasanya tapi sebaiknya jangan ke sana saat
musim hujan. Pemerintah sekitar masih memikirkan cara untuk memperbaiki masalah
ini. Dan semakin memajukan wisata air merambat ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar