Selasa, 01 November 2016

Sisi Lain Sam Poo Kong

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki cukup banyak wisata religi. Bukan hanya makam dan juga masjid ada juga tempat-tempat wisata lainnya, misalnya klenteng. Klenteng adalah tempat ibadah orang yang menganut agama kong hu cu. Klenteng didirikan  diberbagai tempat karena memang berfungsi untuk tempat ibadah. Namun, ada beberapa klenteng yang berfungsi untuk tempat ibadah sekaligus destinasi wisata, seperti Klenteng Sam Poo Kong. Klenteng ini berada di Kota Semarang, Jawa Tengah. Tepatnya berada di Jalan Simongan No.129, Bongsari, Semarang Barang, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Sam Poo Kong menjadi tempat wisata yang terkenal karena budaya dan sejarahnya. Dahulu, tempat ini bukanlah bangunan klenteng untuk pemeluk agama kong hu cu namun tempat ini adalah tempat ibadah pemeluk agama islam karena memang yang membangun adalah orang muslim. Awalnya pada tahun 1416 Laksamana Zheng Ho atau yang lebih dikenal Cheng Ho mendarat di semarang dikarenakan juru mudinya sedang sakit keras. Cheng Ho dan armadanya memutuskan untuk beristirahat di sebuah gua. Dan Cheng Ho pun membangun tempat ibadah. Sementara Juru mudinya, Wang Jing Hong memulihkan diri dari sakitnya, Laksamana Cheng Ho meneruskan misinya untuk berlayar lagi. Dengan begitu, Wang Jing Hong yang masih tinggal dengan beberapa rekannya beradaptasi yang mengajarkan bercocok tanam serta berdagang dengan masyarakat sekitar. Dan hal inilah yang membuat tempat sekitarnya menjadi mulai berkembang. Wang Jing Hong juga membangun patung pimpinannya, Cheng Ho untuk menghormati pemimpinnya tersebut. Hingga sekitar tahun 1704 terjadilah bencana hujan deras serta longsor di gua tersebut. Akhirnya masyarakat sekitar memutuskan untuk membuat gua buatan dan terus dikembangkan dan diperbaiki hingga menjadi Klenteng Sam Poo Kong yang sekarang. Banyak sekali bangunan tambahan yang dibuat serta beberapa patung yang ada di Klenteng ini.




            Destinasi wisata ini buka dari jam 08.00 hingga jam 20.00. Dengan harga tiket masuk Rp.5000,- untuk domestik dan Rp.10.000,- untuk wisata internasional sedangkan anak-anak dikenakan biaya Rp.3.000,-. Dan membayar Rp.20.000,- untuk domestik dan Rp.30.000,- untuk wisata internasional yang ingin masuk ditempat sembahyang. Jalan menuju wisata ini juga mudah namun hanya bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi atau sewaan karena belum ada transportasi umum yang melewati tempat ini. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tempat wisata ini merupakan tempat wisata religi yang juga memiliki sejarah menarik. Dan dibeberapa kesempatan ada berbagai perayaan yang diadakan di klenteng ini. Seperti pada peringan hari lahir Cheng Ho, saat kedatangan Cheng Ho di Semarang, dan lain sebagainya. Karena desainya yang sangat bagus tempat ini juga menarik wisatawan internasional. Juga tempat ini bisa dikatakan seperti di negara Cina karena warnanya yang sangat khas, warna merah.

            Di tempat ini disediakan toilet dan ada tempat untuk beristirahat juga meskipun wisata ini merupakan Klenteng namun ada mushola di dalamnya. Tempatnya tidak terlalu ramai jadi kita dapat menikmati Klenteng ini sampai puas. Hanya saja diperlukan perhatian pada guide, walaupun hanya wisata religi namun tempat ini memiliki cerita sejarah yang menarik maka wisatawan juga harus tahu tentang hal itu, jadi guide yang menjelaskan semuanya tentang Klenteng Sam Poo Kong sangat dibutuhkan.



Sumber Tulisan

Rabu, 12 Oktober 2016

Berbudaya : Berwisata Museum


Yogyakarta terkenal dengan budayanya yang kental. Hingga sekarang daerah ini masih sangat menghargai kebudayaan dan melestarikannya. Cara melestarikan budaya yang ada di Yogyakarta salah satunya dengan membuat museum. Banyak sekali museum yang ada di Yogyakarta, contohnya museum Hamengkubuwono IX dan museum wayang kekayon. Dua museum ini berada di dearah yang berbeda dan jaraknya cukup jauh.

Museum Hamengkubuwono IX berada di kompleks keraton. Jadi, saat kalian berkunjung ke museum ini, kalian tidak hanya melihat satu museum namun ada beberapa museum juga yang ada dalam satu kompleks. Tak jauh dari kompleks keraton juga ada museum kereta keraton. Museum Hamengkubuwono IX berada di dekat alaun-alun Yogykarta tepatnya berada di Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta. Museum HB IX di resmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X pada 18 November 1990. Tempat ini sangat strategis karena cukup dekat dengan stasiun dan untuk ke sana bisa menggunakan sepedah motor atau mobil pribadi dan untuk kendaraan umum bisa menggunakan ojek atau becak.
Tiket memasuki kompleks keraton untuk wisatawan luarnegeri akan dikenakan biaya sejumlah Rp.12000,- dan  Rp5000,- untuk warga domestik dan ditambah saat menggunakan kamera hp maupun yang lainnya akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp1000,-. Ketika kalian datang dengan berkelompok ke museum ini kalian akan ditemani oleh guide dari museum ini.
Museum Hamengkubuwono IX merupakan museum untuk Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang merupakan Sultan DIY ke IX dan juga merupakan salah satu pahlawan Indonesia. Museum ini diresmikan pada tahun 1990 oleh Hamengkubuwono X. Dalam museum ini dapat kita ketahui banyak sekali cerita tentang Sri Sultan. Museum ini memiliki bangunan tersendiri dengan lambang-lambang Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Awal masuk museum ada bangunan yang berisi meja berunding, meja kerja Sri Sultan, beberapa mendali penghargaan dan foto beliau setelah itu ada beberapa bangunan yang tiap isinya berbeda.
Ada bangunan yang berisi cerita masa kecil Sultan HB IX dengan segala macam kesukaannya bahkan bajunya. Ada bangunan juga yang berisi koleksi kamera Sri Sultan dan beberapa foto/gambar yang beliau ambil. Ini dikarenakan beliau menyukai atau memiliki hobi mengambil gamabar atau yang lebih kita kenal dengan hobi fotografer. Banyak sekali koleksi kamera yang Sri Sultan miliki.
Bangunan lain berisi alat makan dan peralatan dapur serta sisa bumbu dapur yang dulu digunakan Sri Sultan. Hal ini terbilang sangat unik karena didalamnya kita benar-benar akan mendapati sisa-sisa bumbu dapur.
Dan ternyata ini bukan sekedar apa yang pernah digunakan Sri Sultan, melainkan karena Sri Sultan sendiri memiliki kesukaan terhadap bidang memasak. Alat makan yang ada di sini merupakan barang yang dipakai oleh Sultan namun sebenarnya barang ini milik ayahnya Sultan Hamengkubuwono VIII. Mengapa begitu? Karena pada masa Sultan HB IX tidak ada waktu untuk membeli peralatan atau barang seperti itu dengan keadaan Indonesia yang kacau.

Bangunan setelahnya adalah bangunan yang berhubungan dengan Pramuka. Sultan sangat aktif dalam dunia kepramukaan sebab itulah, bangunan ini menceritakan tentang pengalamannya di dunia pramuka hingga beberapa penghargaannya ada di sini.
          Museum ini bersih dan tertata rapi. Pengunjung di museum juga tidak terlalu banyak jadi tidak ada berbesakan dan bisa melihat semua hal dengan puas. Mungkin karena guidenya yang merancang seperti itu. Kita dipersilahkan berfoto dan memoto barang-barang bersejarah di sana. Guide yang berada di sana sangatlah baik. Bahkan banyak sekali orang asing yang berkunjung ke museum ini, jadi beberapa guide juga menggunakan bahasa inggris. Destinasi wisata ini sangat bagus, jika kalian pergi ke Yogyakarta jangan lup untuk mengunjungi museum ini.

          Selanjutnya museum Wayang kekayon. Museum ini bearda di daerah yang berbeda dengan Museum HB IX. Museum wayang berada di Kabupaten Bantul tepatnya berada di Jl. Yogya-Wonosari Km. 7 No. 277, Bantul. Dinamakan museum wayang kekayon karena memang isi museum ini adalah koleksi wayang. Museum ini masih milik pribadi yaitu milik anak dari Prof. DR. dr. KPH. Soejono Prawirohadikusuma. Prof. DR. dr. KPH. Soejono Prawirohadikusuma ini merupakan pendiri museum wayang yang terinpirasi dari saat beliau study di Belanda. Nama museum ini diambil dari kata kayon atau gunungan yang melambangkan alam semesta (Brosur museum wayang kekayon). Jika ingin pergi ke museum ini ada tiket masuk untuk domestik sejumlah RP7000,- di tambah RP10000 jika membawa kamera sedangkan untuk wisata mancanegara tiketnya seharga RP10000,-. Museum ini buka mulai jam 08.30 hingga jam 14.00 senin sampai jum'at, sedangkan hari sabtu jam 08.30 sampai jam 12.00 untuk hari minggu atau hari besar diharabkan untuk mengkonfirmasi terlebih dahulu. Museum ini memiliki website resmi yaitu http://kekayon.museumjogja.org/id . Musium wayang kekayon seperti namanya memiliki koleksi wayang yang lengkap dan tertata rapi di dalam ruangan.
          Ada banyak wayang serta penjelasan penampilan apa yang ditampilkan. Bahkan pada wayang kurawan benar-benar berjumlah 100 ditambah dengan adik wanitanya menjadi 101 wayang tertata berserta nama-namanya. Selain tempat wayang-wayang tersebut bangunan museum dilengkapi dengan pendopo yang bisa digunakan dan disewa untuk beberapa acara. Ada juga bangunan dekat pendopo yang berupa rumah untuk menyimpan gamelan. Gamelan ini bisa digunakan untuk pertunjukan jika diperlukan. Di sini juga bisa digunakan sebagai tempat pertunjukan wayang.
          Pengelola yang ada di musium hanyalah dua orang. Namun jika kalian datang tak sendirian kalian bisa minta untuk ditemani dan diberi penjelasan tentang wayang-wayang yang ada di sana. Banyak sekali cerita wayan, jenis wayang, dan macam wayang juga asalnya yang berbeda-beda sudah lengkap ada di sana. Wayang yang dipamerkan baru wayang dari dalam negeri. Padahal museum ini memiliki wayang yang dari luar negeri namun karena ketidak tersediaan tempat maka wayang ini belum bisa dipamerkan. Selain wayang yang dipamerkan ada juga replika atau patung dari beberapa pemeran wayang seperti Rama dan Sinta dan masih beberapa patung lagi.

          Dalam musium ada juga wayang tiruan yang berbentuk patung yang menggambarkan pemain wayang kumbakarna. Kumbakarna adalah adik kandung dari Rahwana. Meskipun begitu Kumbakarna memiliki peran yang baik tak seperti kakaknya yang rakus dan kejam. Namun pada saat perang melawan rama, Kumbakarna juga ikut dalam perperangan. Hal ini bukan dikarenakan dia yang mendukung kakaknya. Kumbakarna sangatlah cinta terhadap tanah airnya. Menyampingkan dan tampa melihat apa yang diinginkan kakaknya, Kumbakarna melawan pasukan Rama sampai titik darah penghabisan untuk membela tanah airnya. Sebelumnya Kumbakarna sudah sempat menasehati sang kakak yang menginginkan dewi Sinta dan menyuruhnya untuk mengembalikannya namun sang kakak bersikeras untuk tetap ingin Sinta menjadi miliknya. Untuk kerakusan kakaknya, rakyat menjadi tersiksa karena harus melawan pasukan dari Rama oleh karena itu Kumbakarna memutuskan untuk berperang. Saat perang kumbakarna dengan semangat dan kegigihannya menghabisi pasukan dari Rama. Namun pada akhirnya dia kehilangan kedua tangannya dan kedua kakinya. Karena belas kasih sang Rama maka Rama dengan cepat membunuh Kumbakarna dengan memanah lehernya. Meskipun begitu Rama sangat mengapresiasi semangat dan pantang menyerah serta keberanianya dalam berperang.
Sumber gambar : http://caritawayang.blogspot.co.id/2012/12/kumbakarna-gugur.html

          Musium ini kurang terawat. Mungkin karena tenaganya kurang. Selain itu tidak ada masalah. Bangunanya sangat menarik dan lengkap. Musium ini dilengkapi dengan toilet dan musola untuk ibadah. Tempatnya juga rindang, hanya saja banyak nyamuk di area belakang dekat parkiran. Di dalam ruangan penyimpanan sangat nyaman untuk melihat-lihat.

Sumber tulisan
- Guide wisata Kraton Yogyakarta
- Guide wisata Museum Wayang Kekayon
- Brosur Wisata Museum Wayang Kekayon
@HeriMustofa. 2012. "Kisah kepahlawanan Kumbakarna" Crowdvoice.
https://id.crowdvoice.com/posts/kisah-kepahlawanan-kumbakarna-2c42


Selasa, 23 Agustus 2016

Singokromo

            Singokromo adalah air terjun yang berada di daerah Nganjuk, Jawa Timur.  Wisata ini masih sangat alami dan masih sering disebut dengan wisata "Perawan". Meskipun begitu sudah banyak orang yang mengunjungi tempat ini karena kecantikan dan kealamiannya.
            Tidak hanya tempatnya yang belum terjamah, namun letak dari wisata ini sangat sulit dijangkau. Sebagian yang datang berwisata ke air terjun ini memilih menggunakan sepedah dari pada transportasi lain karena lebih aman dan mudah menyesuaikan tempat. Wisata ini bertempat di desa Ngaliman, Kecamatan Sawahan. Air terjun ini tidak tinggi, hanya berkisar 20 meter namun volumenya yang besar membuat air terjun ini menjadi spesial dan menawan.
            Singokromo merupakan nama yang aneh dan penuh dengan misteri. Sebenarnya nama ini berhubungan dengan asal daerah ini. Dahulunya tempat ini merupakan tempat di mana para singa atau harimau berkumpul. Mereka bukan hanya sekedar berkumpul namun para binatang ini berkumpul untuk kawin. Meski begitu tempat ini sangat bagus dan pemandangan yang disuguhkan sangat menawan.
            Karena aksesnya yang bisa dibilang melewati hutan atau daerah pedalaman maka disarankan untuk berhati-hati. Dan sebaiknya jangan datang ke sana saat sudah sore karena akan sangat berbahaya. Belum dipastikan bahwa air terjun ini bebas dari binatang liar. Tapi itu bukan alasan untuk tidak datang ke air terjun ini. bebatuan yang ada di sekitar air terjun membuat air terjun ini terlihat sangat alami dan sangat tepat untuk tempat refresing. Udaranya sangat sejuk dan bebas polusi tentunya. Pemerintah sekitar harus cepat-cepat membangun akses yang lebih mamadai karena air terjun ini merupakan salah satu aset berharga untuk daerah Nganjuk.

Sumber tulisan dan sumber gambar
https://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-timur/air-terjun-singokromo---nganjuk
http://www.maringetrip.com/2015/11/air-terjun-baru-nganjuk-singokromo.html
https://www.google.co.id/imgres?imgurl=http%3A%2F%2F3.bp.blogspot.com%2F-pUq5pqcDpnQ%2FVHqw8EtY2jI%2FAAAAAAAAALc%2FqYLB3aZP7Fc%2Fs1600%2Fair-terjun-singikromo-indah.jpg&imgrefurl=http%3A%2F%2Fwww.ngliman.com%2F2014%2F11%2Fair-terjun-singokromo-dan-legendanya.html&docid=IR2JxVwxSiO_yM&tbnid=b6ve6xEcmZM4zM%3A&w=450&h=677&bih=623&biw=1366&ved=0ahUKEwizyK2dw9fOAhVLo48KHc9iDDgQMwgtKBEwEQ&iact=mrc&uact=8

Sedudo


            Sedudo merupakan air terjun yang menjadi ikon dari daerah Nganjuk, Jawa Timur. Air terjun ini masih sangat alami dan berada di daerah pegunungan gunung Wilis. Di nganjuk terdapat banyak sekali air terjun yang masih belum di kelola ataupun sudah dibangun dengan sangat baik. Seperti Air terjun Ngableng dan air terjun Singokromo yang masih belum terjamah oleh pemerintah sekitar. Namun air terjun yang satu ini merupakan air terjun tertinggi di daerah Nganjuk, karena itulah tempat ini lebih diperhatikan.
            Karena air terjun ini cukup tinggi, sekitar 105 meter maka tak heran bahwa air terjun ini bertempat di daerah pegunungan yang sangat jauh dari jalan besar. Untuk mencapainya jika ingin menggunakan transportasi umum kita bisa naik angkutan umum jurusan sawahan dari terminal nganjuk dan turun di terminal sawahan setelah itu kita bisa naik ojek yang sudah tersedia banyak di sana. Sedangan jika mau menggukan kendaraan pribadi sebaiknya kalian hati-hati karena banyak tikungan tajam, dan jalannya tidak cukup lebar dengan tanjakan yang cukup tinggi. Jika menggukanan mobil, mak kita harus berjalan cukup jauh dibandingkan dengan pengguna motor karena parkirannya berbeda. Ada parkiran motor di sekitar tempat air terjun, namun parkiran mobil hanya ada di bawah. Namun sebaiknya kita parkir saja di bawah, karena tanjakannya semakin tinggi dan jalannya sangat sempit dan tidak ada pagar yang membatasi jalan, jadi terkesan berbahaya. Meskipun kita berjalan cukup jauh, tapi itu tidak akan terasa lelah karena pemandangannya sangat bagus dan alami.
            Banyak sekali event yang diadakan di sedudo namun ini hanya akan diadakan di bulan suro(bulan jawa). Ini berhubungan dengan kepercayaan yang masih hidup di masyarakat sekitar. Air terjun ini sudah dikenal sejak zaman kerajaan majapahit. Dahulu sedudo sering dipakai untuk membersihkan alat-alat pusaka milik bangsawan kerajaan. Karena mereka percaya bahwa air yang mengalir di sedudo itu berasal dari dewa, atau daerah kahyangan. Maka mereka menggunkannya untuk membersihkan senjata agar senjata mereka diberkati atau menjadi suci. Masyarakat juga percaya karena air yang berasal dari kahyangan maka air ini bisa membuat awet muda. Kepercayaan ini masih hidup hingga saat ini, masyarakat sekitar sangat percaya dan bahkan setiap tanggal 1 suro selalu diadakan ritual di sedudo yang diselenggarakan oleh pemerintah sekitar. Banyak sekali ritual yang dilakukan, seperti mandi di air terjun sedudo dan diterus kan dengan ritual lain. Ada juga pertunjukan tari tradisional yang di tarikan oleh para remaja putri yang biasanya merupakan perwakilan dari siswi SMA di nganjuk.
            Tidak hanya itu, pemandian benda keramat seperti halnya keris, juga dilakukan di bulan suro. Memang ada eventnya sendiri. Kadang juga sering terlihat ada orang yang bertapa di sedudo, dengan duduk atau berdiri tepat di bawah air terjun ini selama beberapa jam bahkan hari. Karena sebegitu terkenal kasiatnya, air terjun sedudo sendiri sering digunakan menjadi souvenir untuk dibawa pulang. Air yang bisa membuat awat muda, hal ini juga masih sering dikatakan para wisatawan dan menarik para wisatawan untuk berkunjung, namun sebenarnya air ini akan membuat awet muda hanya pada bulan suro, tepatnya malam 1 suro, begitulah mitos yang beredar.

            Wisata ini adalah satu-satunya wisata di Nganjuk yang sudah memiliki berbagai aspek mendukung, seperti tempat penginapan dan pasar souvenir. Namun karena aksesnya yang lumayan sulit membut banyak wisatawan mengurungkan niatnya. Pemerintah saat ini juga sedang mengusahakan pembangunan yang lebih di kawasan wisata ini.

Referensi dan sumber gambar

Candi Lor


            Lagi-lagi saya akan membahas tentang wisata di daerah Nganjuk, Jawa Timur. Nganjuk merupakan salah satu kabupaten yang memiliki banyak peninggalan sejarah karena merupakan bekas dari wiliyah majapahit dan juga beberapa kerajaan lain. Maka dari itu banyak tempat wisata di Nganjuk ini merupakan wisata sejarah, misalnya candi.
            Candi Lor merupakan candi yang berada di desa Candirejo kecamatan Loceret. Candi ini merupakan bukti dari asal mula daerah kabupaten Nganjuk. Candi lor juga sering disebut sebagi candi boto(candi bata) karena bentuk candi yang seperti tumpukan bata. Namun sayang sekali, candi ini sudah rusak, bukan karena ulah manusia ataupun terkikisnya batuan bangunan candi. Tapi dalam candi ini tumbuh pohon yang sangat besar yang membuat bangunan menjadi rusak. Pernah ada wancana bahwa pohon tersebut akan ditebang atau disingkirkan dari candi. Namun wancana tersebut membuat banyak orang tidak setuju, karena hal itu akan mengubah keaslian candi itu sendiri. Akhirnya hal itu tak terjadi, pemerintah sekitar hanya membangun daerah sekitar candi dan membiarkan pohon itu tumbuh di dalam candi.
            Untuk mencapainya sangat lah mudah. Bahkan kalian bisa melihat candi ini dari jalan raya. Dari terminal nganjuk, kalian bisa menggunakan bis jurusan kediri atau angkutan umum jurusan sawahan dan turun di perempatan candi. Setelah itu kalian bisa naik ojek atau becak untuk mencapainya, namun sebenarnya itu tidak perlu karena kalian bisa jalan untuk menuju candi lor dengan jarak yang sangat dekat.
            Candi bata dibangun oleh Mpu Sendok, yaitu raja dari kerajaan medang kamulan yang merupakan lanjutan dari kerajaan mataram kuno. Candi ini merupakan punden berundak-undak sebagai tanda dari perjuangan mpu sendok melawan musuh dari melayu yang dimenangkan oleh mpu sendok itu sendiri. Dari prasasti anjuk ladang bahwa candi ini dibangun dan diperuntukkan untuk masyarakat anjuk ladang atas jasanya dalam peperangan.

Referensi dan sumber gambar








Candi Ngetos


Candi ngetos terletak di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, sekitar 17 kilometer arah selatan kota Nganjuk. Candi ini kurang terkenl karena tempatnya yang kurang strategis. Letaknya cukup jauh dari jalan besar dan berada di daratan tinggi. Akses yang  belum memadai adalah salah satu kekurangan dari wisata ini. Untuk mencapai candi ngetos kalian harus melewati perkebunan pohon jati dan beberapa tanah tak berpenghuni, dan tentu saja di sini tidak terdapat lampu jalan yang dapat menerangi perjalanan kalian. Jadi kalau bisa jangan ke candi ngetos terlalu sore atau kalian harus melewati jalan yang cukup gelap. Namun, karena tempatnya di dataran tinggi, saat malam jalan yang kita lewati jauh lebih bagus. Kenapa? Kalian bisa melihat pemandangan dari dataran tinggi, udaranya juga sangat sejuk--bukan karena di perbukitan saja, Nganjuk memang terkenal dengan kota angin--dan yang paling keren adalah kalian bisa melihat langit malam dengan leluasa--hal ini tidak berlaku ketika sedang mendung.
Untuk mencapai candi ngetos, belum tersedia kendaraan umum yang langsung sampai di tempat. Dari terminal nganjuk kita naik angkutan umum menuju sawahan dan kita turun di desa kuncir. Setelah itu kita naik ojek, di sana banyak sekali ojek yang bisa mengantar kita sampai ke candi ngetos. Jika kita mau ke sana dengan kendaraan sendiri seperti mobil pribadi atau motor. Namun harus diingat kalian harus sangat hati-hati, meskipun jalannya sudah banyak yang beraspal tetap saja jalannya banyak kelokan dan tanjakan.
Karena candi merupakan sebuah peninggalan sejarah, jadi candi ngetos pun memiliki sejarah sendiri. Candi ngetos ini merupakan sebuah peninggalan dari kerajaan majapahit. Candi ini diyakini dibuat untuk tempat pemakaman raja Hayam Wuruk, yaitu raja yang membawa majapahit ke era ke emasan bersama sang patih, Gadjah Mada. Pada awalnya sang raja memiliki keinginan agar dikubur di tempat tinggalnya, di depan gunung Wilis. Yang akhirnya terbuatlah candi ini. Namun masyarakat sekitar percaya bahwa sebenarnya telah terbangun dua candi, yang disebut dengan candi kembar. Sayangnya, candi kembar ini sudah lama hilang, dan mereka juga percaya bahwa kuburan Hayam Wuruk terdapat pada candi yang hilang. Hai ini juga dikatakan oleh sang juru kunci dan ada seorang seorang ahli, Hoepermas yang mengungkapkan hal serupa. Bahwa sebelumnya terdapat candi berukuran lebih kecil namun memiliki bentuk yang sama.
Walaupun candi ngetos merupakan salah satu peninggalan yang amat sangat berharga karena terhubung langsung dengan sejarah kerajaan majapaht. Namun candi ini tidak terawat dari awal. Meskipun sekarang sudah sedikit terawat, tapi sudah banyak sekali bangunan yang hilang. Bahkan bangunan yang ada sekarang tinggalah bangunan utama dari candi tersebut. Dan tentu saja banyak bagian yang sudah terkikis. Sebenarnya ini bukan karena ulah manusia yang tidak mau merawat dan melestarikan candi ini. Candi ini terbuat dari batu merah yang pada dasarnya memang sangat mudah rusak dan terkikis. Maka dari itu sudah sangat sulit untuk meneliti candi ini tanpa dukungan bangunan yang sudah hilang.
Candi ngetos merupakan candi yang dibangun atas perintah raja Hayam Wuruk yang menginginkan makamnya menghadap gunung Wilis. Maka dari candi ini kita dapat melihat dengan jelas pamandangan gunug Wilis. Bangunan yang tertinggal adalah bangunan utama candi. Dan bangunan ini memiliki ruang kosong ditengah bangunannya. Kita diperbolehkan naik dan masuk kedalamnya, tidak terlalu besar tapi cukup untuk 3 orang dan dapat di gunakan untuk melihat pemandangan gunung Wilis.
Sayang sekali banyak kekurangan di tempat wisata ini. Kurang nya keterewatan bangunan candi yang menyebabkan beberapa bagian dari candi tersebut rapuh. Batu bata nya pun banyak yang terkikis dan tak terbentuk bahkan hilang. Adanya keinginan untuk memperbaiki candi tersebut belum ada. Walaupun, juru kunci telah mengatakan bahwa candi ini sudah pernah dibangun/diperbaiki, namun itu sudah lama sekali. Sebaiknya ada perhatian kusus untuk keterawatan candi tersebut. Kurang adanya kesadaran dari wisatawan yang menyebabkan adanya beberapa bangunan yang dicoret-coret. Padahal jelas terdapat larangan yang melarang merusak atau mengubah bentuk bangunan candi ngetos yang disertai dengan dasar hukum yang dikenakan sanksi. Pengetahuan dan sosialisasi tentang penting nya budaya indonesia dan sejarah yang terkandung dalam bangunan candi tersebut sangat diperlukan untuk mengubah perilaku wisatawan yang berbuat serong.

Referensi
Wawancara Juru Kunci 2013












Roro Kuning


            Roro kuning merupakan nama sebuah tempat wisata di kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Yaitu sebuah air terjun yang berada di daerah Bajulan, kecamatan Loceret. Namun wisata ini lebih sering disebut dengan air merambat roro kuning, karena bentuk air terjunnya lebih bisa dikatakan merambat dari pada terjun. Air yang mengalir di roro kuning merupakan sumber asli dari tiga sumber mata air di gunung Wilis.
            Untuk mencapai air merambat roro kuning, dari terminal nganjuk kalian bisa naik bis jurusan kediri setelah itu turun di perempatan loceret atau halte SMP 1 Loceret dan dilanjutkan dengan naik ojek atau becak. Sedangkan jika memakai kendaraan pribadi--motor atau mobil--kalian bisa mengikuti papan arahan yang ada di sepanjang perjalanan. Karena daerah pegunungan maka kalian harus hati-hati, banyak sekali tanjakan dan kelokan tajam untuk menuju roro kuning. Roro kuning ini sering kali dikunjungi para wisatawan dengan kendaraan sepedah, meskipun terjal dan menanjak namun pemandangan yang bisa dinikmati dengan bersepedah lebih menyenangkan dan seru. Sayang sekali di daerah sekitar belum ada penyewaan sepedah untuk para wisatawan. Sepanjang jalan kalian hanya akan melihat pemandangan alam, seperti sawah, terasiring maupun bukit yang belum terjamah. Banyak juga batu-batu sisa letusan gunung Wilis yang menempel atau menghiasi bukit di sepanjang perjalanan.
            Roro kuning memiliki legenda yang cukup berkontrofersi namun saya memilih legenda ini karena menurut saya legenda ini lebih masuk akal dan memungkinkan pernah terjadi. Ini berhubungan dengan putri kerajaan Doho, Dewi Kilisuci dan Dewi Sekartaji. Mereka berdua merupakan anak dari Lembu Amiseno. Suatu saat mereka mengalami sakit yang tidak bisa di sembuhkan Dewi Kilisuci sakit kuning sedang Sekartaji Sakit kulit dan gondok. Karena mereka tidak bisa disembuhkan oleh warga kerajaan maka mereka berdua berkelana hingga lereng Gunung Wilis. Saat itulah mereka bertemu dengan Resi Darmo yang mengobati mereka dengan ramuan-ramuan tradisional hingga sembuh. Ketika berada dalam masa penyembuhan itulah mereka sering mandi di air merambat ini. Karena itulah sang Resi mengabadikan air terjun ini dengan nama Roro Kuning yang dimaksudkan untuk mengenang mereka berdua.
            Air merambat ini sebelumnya belum terlalu diperhatikan oleh pemerintah sekitar. Hingga sekitar tahun 2006-2007 mereka mulai membangun tempat ini menjadi lebih bagus dan menambah beberapa fasilitas. Seperti kolam renang yang ada di atas sebelum memasuki air terjun bagian bawah. Karena pegunungan roro kuning memiliki dua daerah yang bisa dikunjungi. Bagian bawah adalah tempat terakhir bagian rambatan dari air terjun ini. Ada kawah dibawah air terjun ini dan biasa dibuat mandi atau sekedar main air oleh wisatawan. Tapi di atas juga ada air merambat yang lebih bagus dari bagian bawah. Karena tempatnya diatas dan kita harus sedikit mendaki untuk mencapainya maka bagian ini biasa dipenuhi oleh para pemuda. Di sekitar roro kuning juga ada tempat penangkaran rusa. Jadi kita bisa melihat rusa dengan lingkungan yang masih sangat alami. Di awal jalan masuk menuju roro kuning kita akan disambut oleh patung berwarna emas yang terukir membentuk seorang putri yang amat cantik dengan selendangnya. Patung ini disebut dengan penggambaran Roro kuning. Terdapat banyak tempat kemah di sini jadi kita bisa berkemah di daerah ini dan menikmati pemandangan alam di malam hari.

            Karena tempatnya di pegunungan maka saat musim hujan, di sana sangat rawan dengan tanah longsor. Walaupun sebenarnya air yang dikeluarkan lebih bervolume dan udaranya lebih sejuk dari musim biasanya tapi sebaiknya jangan ke sana saat musim hujan. Pemerintah sekitar masih memikirkan cara untuk memperbaiki masalah ini. Dan semakin memajukan wisata air merambat ini.